PLTS SuperSUN adalah inovasi PT PLN (Persero) berupa sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mikro terintegrasi dengan Sistem Penyimpanan Energi Baterai (BESS) dan Smart Meter untuk menghadirkan listrik bersih di wilayah 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal) yang belum terjangkau jaringan PLN. Teknologi karya anak bangsa ini digunakan untuk memberikan akses energi bagi sekolah, fasilitas umum, rumah ibadah, dan rumah tangga, sehingga mendukung pendidikan, ekonomi, dan layanan publik di daerah terpencil.
Bagaimana Cara Kerja PLTS SuperSUN?
Panel Surya: Menangkap energi matahari untuk diubah menjadi energi listrik.
Baterai (BESS): Menyimpan energi listrik yang dihasilkan agar dapat digunakan saat malam hari atau saat matahari tidak bersinar.
Smart Meter: Mengukur dan memantau penggunaan listrik secara daring melalui aplikasi, memberikan transparansi dan efisiensi penggunaan energi.
Tujuan dan Dampak SuperSUN
Elektrifikasi Wilayah 3T:
Menghadirkan listrik di daerah terpencil yang belum memiliki akses jaringan listrik PLN.
Mendukung Pendidikan:
Memungkinkan kegiatan belajar-mengajar yang lebih modern dan inklusif di sekolah-sekolah daerah terpencil, termasuk digitalisasi pembelajaran.
Pengembangan Ekonomi Lokal:
Membuka peluang ekonomi baru di masyarakat, seperti usaha es dan penyimpanan hasil laut, serta meningkatkan kualitas hidup warga.
Pemerataan Akses Energi:
Mewujudkan konsep keadilan energi dan mendukung agenda transformasi PLN menuju energi terbarukan.
Contoh Implementasi
SuperSUN telah dipasang di berbagai wilayah, termasuk di Kecamatan Seko, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, untuk memberikan akses listrik bagi masyarakat, sekolah, dan fasilitas umum.
Program ini juga telah menjangkau sekolah-sekolah di Tanah Papua dan wilayah 3T di Sulawesi Selatan, seperti Pulau SatangngaPLTS SuperSUN adalah inovasi PT PLN (Persero) berupa sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mikro terintegrasi dengan Sistem Penyimpanan Energi Baterai (BESS) dan Smart Meter untuk menghadirkan listrik bersih di wilayah 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal) yang belum terjangkau jaringan PLN. Teknologi karya anak bangsa ini digunakan untuk memberikan akses energi bagi sekolah, fasilitas umum, rumah ibadah, dan rumah tangga, sehingga mendukung pendidikan, ekonomi, dan layanan publik di daerah terpencil.
Bagaimana Cara Kerja PLTS SuperSUN?
Panel Surya: Menangkap energi matahari untuk diubah menjadi energi listrik.
Baterai (BESS): Menyimpan energi listrik yang dihasilkan agar dapat digunakan saat malam hari atau saat matahari tidak bersinar.
Smart Meter: Mengukur dan memantau penggunaan listrik secara daring melalui aplikasi, memberikan transparansi dan efisiensi penggunaan energi.
Tujuan dan Dampak SuperSUN
Elektrifikasi Wilayah 3T:
Menghadirkan listrik di daerah terpencil yang belum memiliki akses jaringan listrik PLN.
Mendukung Pendidikan:
Memungkinkan kegiatan belajar-mengajar yang lebih modern dan inklusif di sekolah-sekolah daerah terpencil, termasuk digitalisasi pembelajaran.
Pengembangan Ekonomi Lokal:
Membuka peluang ekonomi baru di masyarakat, seperti usaha es dan penyimpanan hasil laut, serta meningkatkan kualitas hidup warga.
Pemerataan Akses Energi:
Mewujudkan konsep keadilan energi dan mendukung agenda transformasi PLN menuju energi terbarukan.
Contoh Implementasi
SuperSUN telah dipasang di berbagai wilayah, termasuk di Kecamatan Seko, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, untuk memberikan akses listrik bagi masyarakat, sekolah, dan fasilitas umum.
Program ini juga telah menjangkau sekolah-sekolah di Tanah Papua dan wilayah 3T di Sulawesi Selatan, seperti Pulau Satangnga